Selamat Datang di www.pengingatku.blogspot.com

Saturday, 4 April 2020

PUISI LINGKUNGAN

BUMI KU TUA

Leksa Destina

Bumi..... Dialah yang memberikan tempat tinggal Dialah yang memberikan segala kebutuhan Dialah yang memberikan keindahan Bumiku.... Maaf kalau manusia tak mencintai mu Mereka tak peduli dengan yang engkau berikan Mereka membuatmu semakin tua dan rapuh Dan sekarang bumi murka Virus merajalela Siapa sekarang yang engkau sembah? Bumi mana yang kau butuhkan? Bumi mu ini sudah tua Atas pemberian nya yang sangat tidak berarti bagi kalian Sebuah keindahan dari dahulu Sekarang telah menjadi gersang Bumi memberikan segalanya Tapi manusia menghancurkan nya Lingkungan semakin pudar Dan kalian tetap tak sadar

PUISI LINGKUNGAN

Sehat Kembali Ibu Pertiwi

Windy Febrianti Ibu pertiwi tak lagi berseri Senyum muram kehancuran Tangis sedih penderitaan Berselimut diatas bangsal Kini.. Situasi tak dapat dielakkan Raungan-raungan membumi Suka cita di telan bumi Sehat lah kembali ibu pertiwi Demi jiwa-jiwa yang ada di sini Kembali lah saling merangkul Tanpa takut untuk menyentuh Kembali sehat bumi Pertiwi ku Demi para medis yang berjuang di dalam sana Karena pekerjaan mereka Adalah kunci sehatnya pertiwi ku

PUISI LINGKUNGAN

Lingkungan Yang Tercemar

Suci Salsabila
Hidupku... Kini tak lagi merasakan udara bersi Yang sejuk,segar dan membawa kedamaian Perpohon yang ridang berbaris setinggi awan Tapi kini berubah Banyak penebangan liar di mana² Oleh ulah manusia Manusia yang kejam yang tak peduli masa depan Yang bisa nya hanya Merusak kekayaan alam Merusak kehidupan Merusak ekosistem alam Dan tak sadar akan perbuatanya Kini aku akan menjaganya Menjaga hutanku yang tak berdaya Sehingga aku bisa hidup lebih lama

Wednesday, 1 April 2020

PEMBACAAN PUISI

PEMBACAAN PUISI
(Alamsari, M.Pd.)

Hujan deras semalam suntuk
Banjir bandang datang melanda
Ayo anak-anak jangan mengantuk
Kita buat video baca puisi saja

Halo anak-anak! Apa kabarnya? Setelah sebelumnya kita membuat dan menganalisis puisi, pada kesempatan ini kita akan mencoba membaca puisi.

Pernahkah kalian membaca puisi? 
Tentu saja pernah! Pembacaan puisi bahkan sudah pernah diajarkan sejak SD. 
Pembacaan puisi adalah aktivitas membacakan puisi. Dalam membacakan puisi, kalian dapat membaca puisi tersebut dengan melihat kertas. Berbeda halnya dengan deklamasi. Dalam deklamasi puisi, kalian harus membacakan puisi tanpa melihat kertas.

Pembacaan puisi berbeda dengan pembcaan pantun ataupun cerpen. Pembacaan puisi menuntut pembacanya memperhatikan ekspresi, intonasi, gaya, serta perlu adanya penghayatan puisi. 
Ekspresi harus disesuaikan dengan isi puisi. Ketika isi puisi menggambarkan kebahagiaan, hendaknya ekspresi kita juga menunjukkan hal itu. Sebaliknya ketika puisi menggambarkan kesedihan, hendaknya kalian membacakan puisi dengan ekspresi sedih.