Sunday, 31 December 2017

TENTUKAN RESOLUSIMU!

Apa Resolusimu, Guru?


Apa resolusimu? Guru harus tahu. Resolusi itu perlu. Menyambut tahun baru, hidup juga harus baru. Nabi Muhammad pernah bersabda "Orang yang merugi adalah orang yang hari ini sama dengan hari kemarin". Menyambut tahun baru, perlu ada resolusi agar hidupmu menjadi lebih baik dari tahun kemarin. Dalam hal ini resolusi yang perlu dirancang adalah segala aktivitas yang berkaitan dengan profesi kita sebagai seorang guru, bisa berhubungan dengan peningkatan profesional ataupun pengembangan diri. Dalam hal peningkatan profesional, guru dapat merancang resolusi dalam pembelajaran di kelas, peningkatan kualitas diri, atau juga hal-hal yang berkaitan dengan upayanya dalam hubungannya dengan kinerja sebagai seorang guru. Dalam hal pengembangan diri, guru dapat menetapkan beberapa targetan, misalnya ikut pelatihan, ikut lomba, atau menulis. 
Mengapa resolusi guru perlu? Melalui resolusi paling tidak perjalanan hidup kita dalam satu tahun ke depan akan lebih terarah. Dengan aktivitas yang terkontrol tentu segala yang dicita-citakan akan dapat tercapai. Tentu saja harus dengan komitmen dan tekad yang kuat. Sebab tanpanya, percuma saja menetapkan resolusi, toh pada akhirnya tidak akan tercapai karena luntur di tengah jalan. 
Sebagai guru yang profesional, resolusi guru adalah sebagai penandanya. Ia adalah pembeda dengan guru biasa pada umumnya. Resolusi guru adalah indikator pencapaian terget kinerjanya. Semakin banyak resolusinya maka semakin baik gurunya. Semakin banyak ketercapaiannya maka semakin profesional gurunya. Semoga di tahun baru nanti kita mampu menjadi lebih baik lagi. Jayalah guru Indonesia. Majulah pendidikannya. Amin.


Friday, 8 December 2017

PENGALAMAN IKUT PLPG 2017

Alhamdulillah segala puji syukur kepada Allah karena di tahun 2017 ini Allah mengizinkanku untuk mengikuti PLPG. Jika bukan karena Allah yang mengatur semuanya, tentu saya tidak akan bisa ikut PLPG 2017. Betapa tidak, pada awal penetapan PLPG 2017 jalur reguler nama saya tidak termasuk ke dalam daftar peserta. Waktu itu, rasanya sudah pupus harapan untuk bisa ikut PLPG. Namun, Allah berkehendak lain. Sekitar bulan Agustus ternyata pemerintah mengeluarkan surat edaran pendaftaran PLPG jalur S2. Waktu itu saya segera melengkapi berkas dan mengantarkan langsung ke LPMP. Dari pendaftaran tersebut selanjutnya diverifikasi dan pada akhirnya, Alahamdulillah nama saya ditetapkan sebagai peserta PLPG 2017 jalur S2. Semua itu adalah nikmat yang begitu besar yang Allah anugrahkan kepada saya. 

Tuesday, 7 November 2017

LOMBA HARI GURU NASIONAL DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2017

A.   Lomba Penulisan Artikel Guru (PAG)
1.   Persayaratan Peserta:
a.    Guru SMP/MTs sederajat yang mengajar di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
b.    Tidak sedang menjabat atau diusulkan sebagai kepala sekolah.

2.   Persyaratan Naskah:
a.    Naskah adalah hasil karya sendiri
b.    Naskah berisi gagasan atau hasil penelitian dalam bidang pendidikan
c.    Naskah merupakan karya tiga tahun terakhir
d.    Naskah tidak memuat unsur pornografis dan tidak menyinggung SARA
e.    Naskah diketik rapi di kertas A4, times new roman, 12pt, spasi 1,5, margin standar (3,3,3,3)
f.     Naskah diketik dengan mengikuti sistematika penulisan naskah sebagai berikut:
1.    Judul karya
2.    Nama penulis tanpa gelar
3.    Instansi penulis
4.    Abstrak
5.    Pendahuluan
6.    Metodologi
7.    Pembahasan
8.    Simpulan
9.    Referensi atau daftar pustaka
g.    Jumlah halaman naskah antara 8—15 halaman
h.    Naskah dijilid rapi dan dibuat dua rangkap serta dikumpulkan ke Panitia Lomba Hari Guru tahun 2017 paling lambat tanggal 13 November 2017 pukul 12.00 WIB

Wednesday, 1 November 2017

PUISI SAYA DI PALEMBANG EKSPRES, 16 OKTOBER 2017


SUARA-SUARA YANG BERLABUH PADA TEMPAT YANG JAUH

 

Mereka berbisik-bisik pelan senyap lalu lenyap
Bersamaan hembus angin malam yang lalu bisikan itu labuh pada tempat yang jauh
Bisikan ragu meresap dalam-dalam menyusup hingga menembus tulang
Orang-orang sempoyongan bergumam sendiri tanpa henti
Bisikan itu bisikan angin yang telah menderu-deru menusuk dalam qolbu
Mereka pendek akalnya dangkal ilmunya sempit pikirnya
Kebenaran telah lumpuh oleh waktu
Dusta telah sampai menista agama

Mereka berbisik-bisik pelan senyap lalu lenyap
Bersamaan lalu waktu bisikan itu labuh pada jarak yang jauh
Keburukan telah berubah wajah
Wajah polos tanpa salah padahal ia dosa
Orang-orang telah terlanjur terikat kata
Mereka percaya padanya jalan surga
Matanya buta pendengarannya tiada mampu menangkap makna