Badan Standar Nasional Pendidikan Kementerian Pendidikan telah mengeluarkan Kisi-Kisi Ujian Nasional baik tingkat SMP, SMA, dan SMK. Kisi-Kisi tersebut merupakan gambaran tentang materi ataupun pokok pembahasan yang akan dikeluarkan dalam ujian nasional tahun 2016 mendatang. Ada banyak perubahan dalam kisi-kisi UN tahun 2016 ini dibandingkan dengan kisi-kisi UN beberapa tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut utamanya disesuaikan dengan Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013. Jadi tahun 2016 ini, kisi-kisi UN (tanpa membedakan KTSP atau K 2013) berlaku untuk semua sekolah tanpa terkecuali. Untuk itu perlu kiranya agar guru mempersiapkan sedini mungkin peserta didiknya untuk menguasai aspek-aspek yang diinginkan dalam kisi-kisi UN ini.
Tuesday, 26 January 2016
NAMA SAYA ALAMSARI
Perkenalkan nama saya Alamsari. Orang-orang biasa memanggil saya Alam.
Saya dilahirkan di Ngulak; Musi Banyuasin, 17 November 1984 dari pasangan Abdul Hamid
dan Animah. Saya anak keempat dari delapan saudara. Ini tentang kisah
saya. Kisah perjalanan hidup saya yang penuh liku. Saya dibesarkan dalam
kondisi serba kekurangan. Saya ingat betul, dulu untuk makan saja kami
susah. Makan hanya sekali sehari dengan berlauk garam saja. Itupun beras
dan garam hasil berhutang di warung. Sesekali kami juga makan kerupuk.
Sewaktu saya sekolah dasar, saya selalu meluangkan waktu terutama
sepulang sekolah atau di hari libur untuk mencari barang rongsokan
(barang bekas). Walaupun saya malu saat berjumpa dengan kawan atau guru
tiada mengapa. Yang penting saya bisa mendapat banyak barang rongsokan
untuk saya jual ke pengepul. Hasilnya akan saya gunakan untuk membantu
orang tua atau paling tidak untuk jajan dan sekolah. Di sekolah saya
sudah terbiasa keluar masuk kantor guru. Tentu saja karena saya belum
membayar spp sekolah. Tiga, empat, bahkan pernah sampai enam bulan.
Kalau begitu biasanya orang tua saya akan dipanggil ke sekolah.
Menghadap guru, orang tua saya akan meminta tempo agar diberikan
kelonggaran membayar spp. Sepulang dari sekolah, orang tua saya akan
mencari hutang ke sana sini guna membayar spp saya. Sewaktu sekolah saya
dianggap guru sebagai siswa yang bodoh. Semua mata pelajaran kecuali
agama dan ips, saya selalu mendapat nilai rendah. Bahkan untuk mata
pelajaran eksak, saya selalu mendapat nilai merah. Cacian dan hinaan
dari guru-guru sudah biasa bagi saya. Waktu itu saya hanya bisa diam.
Saya menerima saja semua itu. Saya akui
Monday, 18 January 2016
Aku Cinta Indonesia: Antikorupsi Harga Mati
Aku Cinta
Indonesia: Antikorupsi
Harga Mati
(Alamsari, M. Pd.)
(Guru SMPN 4 Rantau Panjang, Ogan Ilir)
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia
menyimpan berbagai potensi kekayaan alam yang luar biasa banyaknya. Dari Sabang
sampai Marauke—berjajar pulau-pulau baik kecil maupun besar. Di setiap pulau
tersimpan berbagai isi bumi yang berlimpah. Minyak, emas, tembaga, batu
bara—semua tersedia dalam jumlah yang banyak.
Kita patut berbangga, Indonesia tercipta
sebagai surga yang dianugrahi tanah yang subur. Berbagai hasil kebun tersedia
dengan beraneka ragamnya. Hutan-hutan rimbun nan luas di dalamnya mengandung
berbagai aneka flora dan fauna. Beberapa diantaranya bahkan menjadi primadona
di berbagai belahan dunia.
Kita patut bersyukur, Indonesia sebagai
negeri yang majemuk. Ribuan suku dan budaya mewarnai kehidupan masyarakatnya. Setiap
suku memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing. Berbeda warna dan rupa serta
bahasa namun tetap satu jua dalam ikatan Bhineka
Tunggal Ika.
Kita patut bangga atas semua anugrah Tuhan
yang diberikan kepada kita. Indonesia—negeri tercinta tercipta begitu sempurna.
Negara mana saja yang memandangnya, pasti akan terbesit rasa iri dalam hatinya.
Coba tanyalah pada orang di luar sana, apa pendapatnya tentang Indonesia? Tentu
saja mereka kukuh menjawab Indonesia negeri yang subur dan harusnya rakyatnya
hidup makmur.
Ya! Makmur! Begitulah memang seharusnya.
Dengan potensi yang dimiliki, rakyat Indonesia harusnya hidup sejahtera. Namun
nyatanya? Jauh panggang dari api. Sebagian besar masyarakat Indonesia justru
hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak masyarakat Indonesia yang hidup susah.
Lihat saja di sekeliling kita, begitu mudah kita temui para pengemis dan
pengais sampah. Jutaan anak putus sekolah karena tak punya biaya. Bayi yang
baru lahir harus menderita busung lapar karena tiada asupan gizi dalam
tubuhnya. Di sisi lain, banyak pula kita temui orang-orang yang hidup
bergelimang harta. Mobil seharga milyaran rupiah. Rumah luas bak istana.
Makannya selang seling lauk pauknya suka-suka. Uangnya tiada terhitung lagi
banyaknya.
LOMBA GURU SEAMEO 2016
Teruntuk guru-guru bidang sains yang mengajar mata pelajaran Fisika, Kimia, atau BIologi di semua jenjang pendidikan--SEAMEO Qitep In Science kembali mengadakan kompetisi pemilihan guru terbaik (best teacher) se Asia Tenggara. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk memberikan apresiasi kepada para guru yang mengajar di bidang Sains. Berikut informasi selengkapnya.
KI HAJAR DEWANTARA AWARD
Subscribe to:
Posts (Atom)

